Paliyan — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Yogyakarta melaksanakan kegiatan pendidikan lingkungan bagi siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Paliyan IV pada Hari Jum’at (30/01/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 27 siswa perwakilan kelas 4 dan 5, dan dikemas melalui metode indoor dan outdoor learning sebagai upaya menanamkan jiwa konservasi sejak dini.
Pelaksanaan kegiatan difokuskan di SDN Paliyan IV karena lokasi sekolah yang berbatasan langsung dengan kawasan Suaka Margasatwa (SM) Paliyan. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan memperoleh pemahaman awal mengenai kawasan konservasi serta pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SDN Paliyan IV yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Balai KSDA Yogyakarta atas terselenggaranya pendidikan lingkungan. Kepala sekolah berharap kegiatan ini mampu membentuk karakter siswa yang peduli terhadap konservasi serta mendorong mereka menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Selanjutnya, Balai KSDA Yogyakarta yang diwakili oleh Resor KSDA Wilayah SM Paliyan bersama MSIG menyampaikan sambutan sekaligus memberikan pengarahan awal kepada para siswa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian peserta ke dalam lima kelompok kecil serta briefing sebelum menuju lokasi pembelajaran lapangan.
Kegiatan outdoor learning dilaksanakan di Blok Rehabilitasi 136 SM Paliyan. Pada sesi ini, siswa mendapatkan penjelasan teknis mengenai tata cara penanaman tanaman kehutanan dari MSIG, sekaligus praktik langsung penanaman tanaman native dan MPTS (Multi Purpose Tree Species) sebanyak 60 batang, dengan setiap siswa menanam sekitar 2–3 batang tanaman.
Usai kegiatan lapangan, para siswa kembali ke kelas untuk mengikuti sesi indoor learning yang dikemas dalam bentuk diskusi dua arah. Diskusi dilakukan secara berkelompok untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi dan praktik yang telah dilaksanakan di lapangan. Hasil diskusi menunjukkan bahwa dua kelompok mampu menjawab pertanyaan dengan benar, sementara kelompok lainnya masih memerlukan pendalaman materi.
Penilaian dilakukan berdasarkan hasil jawaban dan kekompakan tim. Selain diskusi kelompok, sesi tanya jawab juga dilakukan secara perorangan guna melatih keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat. Siswa yang aktif dan berani menjawab pertanyaan diberikan reward sebagai bentuk apresiasi.
Melalui kegiatan pendidikan lingkungan ini, Balai KSDA Yogyakarta berharap dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam menumbuhkembangkan jiwa konservasi kepada siswa dan guru. Metode pembelajaran yang mengkombinasikan indoor learning, outdoor learning, dan cooperative learning dinilai efektif karena menekankan kerja sama tim serta pengalaman belajar langsung di alam.
Antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung menjadi indikator positif bahwa materi konservasi dapat diterima dengan baik. Ke depan, Balai KSDA Yogyakarta berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala, khususnya di sekolah-sekolah daerah penyangga SM Paliyan, agar siswa dan guru semakin mengenal kawasan konservasi dan upaya pelestariannya.
Sumber: Siti Rohimah, S.P., M.M.A.(Kepala Resor KSDA Paliyan)
Penulis naskah: Tri Hastuti Swandayani, S.Kom., M.Si. (Penata Layanan Operasional/Humas BKSDA Yogyakarta)
Editor: Tim Kehumasan BKSDA Yogyakarta
Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta
Kontak informasi: Call Center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
