Yogyakarta – Tak hanya di sekitar kawasan Suaka Margasatwa Paliyan, beberapa waktu lalu tim Resor KSDA Wilayah SM Paliyan melakukan pendataan keanekaragaman hayati di sekitar Telaga Thong Thong, yang terletak di kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul. Meski wilayah tersebut berada di luar kawasan konservasi SM Paliyan, namun Telaga Thong Thong masih termasuk dalam kawasan hutan produksi yang dikelola oleh KPH Yogyakarta. Oleh karena itu, keberadaan habitat dan berbagai jenis fauna di Telaga Thong Thong tetap penting untuk diamati. 

Kegiatan pendataan keanekaragaman hayati ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi Resor KSDA Wilayah SM Paliyan dalam melakukan pemantauan keberadaan serta persebaran fauna di wilayah kerjanya, termasuk yang berada di luar kawasan konservasi SM Paliyan. Wilayah kerja Resor KSDA Wilayah SM Paliyan tidak hanya mencakup wilayah SM Paliyan, tetapi juga mencakup empat kapanewon yang berada di luar kawasan SM Paliyan, salah satunya adalah kapanewon Paliyan.

Beberapa burung berhasil diidentifikasi oleh tim

Tim Resor KSDA Wilayah SM Paliyan selama melakukan pendataan keanekaragaman hayati di Telaga Thong Thong berhasil berjumpa dengan sejumlah fauna, khususnya kelompok avifauna atau burung. Berikut beberapa burung yang berhasil diidentifikasi oleh tim Resor KSDA Wilayah SM Paliyan, yakni cekakak jawa, kutilang, cinenen pisang, perkutut, kaladi ulam, cipoh kacat, hingga bondol peking.

Keberadaan beberapa jenis burung tersebut menunjukkan bahwa kawasan Telaga Thong Thong memiliki fungsi ekologis sebagai habitat maupun lokasi beraktivitas fauna. Hal ini juga menunjukkan bahwa vegetasi yang berada di sekitar telaga dan kawasan hutan produksi masih menyediakan sumber pakan, tempat berlindung, hingga ruang untuk berbagai aktivitas burung.

Tak hanya melakukan pendataan burung di Telaga Thong Thong, tim juga melakukan pengamatan terhadap kondisi habitat di sekitar lokasi. Berdasarkan pengamatan tim, Telaga Thong Thong saat ini mengalami penyusutan menampung udara. Kondisi yang terjadi pada Telaga Thong Thong tersebut menunjukkan bahwa ada perubahan pada karakteristik habitat perairan di lokasi.

Meski menampung airnya menyusut, masyarakat sekitar masih memfungsikan telaga ini sebagai tempat pemancingan. Adanya aktivitas masyarakat tersebut menunjukkan bahwa Telaga Thong Thong tidak hanya memiliki fungsi ekologis saja, tetapi juga memiliki nilai manfaat bagi masyarakat yang ada di sekitarnya.

Pemantauan keanekaragaman hayati sebagai upaya konservasi

Pemantauan keberadaan fauna ini cukup penting dilakukan untuk mengetahui bagaimana satwa memanfaatkan ruang yang tersedia di alam. Tak hanya itu, data pemantauan juga bisa dijadikan bahan evaluasi sekaligus referensi untuk menentukan langkah pelestarian satwa di masa mendatang.

Kegiatan pendataan ini juga diharapkan dapat memberikan informasi mengenai keberadaan dan persebaran fauna di wilayah kerja Resor KSDA Wilayah SM Paliyan, khususnya pada wilayah di luar kawasan konservasi. Tak hanya itu, data yang diperoleh juga bisa dijadikan bahan pendukung dalam melakukan pemantauan keanekaragaman hayati secara berkala. Informasi atau laporan mengenai keberadaan fauna juga penting guna memberikan pemahaman bahwa upaya konservasi tidak hanya dilakukan di dalam kawasan konservasi, tetapi juga pada habitat dan ruang hidup di sekitar kawasan konservasi.

Di Balai KSDA Yogyakarta, pendataan keanekaragaman hayati rutin dilakukan oleh tiap seksi maupun resor. Beberapa waktu lalu, tim Seksi KSDA Wilayah I Balai KSDA Yogyakarta juga melakukan pendataan fauna di kawasan Sumbu Filosofi. Dalam pendataan yang dilakukan, tim berhasil melompat dengan beberapa jenis burung, seperti burung perkutut, walet linchi, hingga cabe jawa. Tak hanya di Sumbu Filosofi, pendataan burung juga dilakukan di wilayah kerja Resor KSDA Wilayah Kulonprogo, di sekitar bandara YIA hingga kawasan Pantai Trisik, beberapa satwa yang berhasil ditemui adalah cekakak sungai, kuntul kecil, cangak besar, hingga trinil semak.

Pendataan fauna baru-baru ini juga dilakukan di kawasan konservasi oleh Balai KSDA Yogyakarta. Seperti di Resor KSDA Wilayah SM Sermo, kegiatan pendataan burung dilakukan di kawasan konservasi SM Sermo. Dalam kegiatan ini, tim Resor KSDA Wilayah SM Sermo berjumpa dengan satwa burung cucak kuning, bubut jawa, ular hijau, hingga bubut jawa.

Melalui kegiatan pendataan keanekaragaman hayati secara rutin, Balai KSDA Yogyakarta terus berupaya memperkuat data dasar keanekaragaman hayati di wilayah kerjanya. Data lapangan yang diperoleh tersebut akan menjadi salah satu pijakan dalam mendukung pengelolaan dan upaya konservasi keanekaragaman hayati secara berkelanjutan, baik di dalam kawasan konservasi maupun di luar kawasan konservasi. Salam lestari! (Humas-DR)

 

#ASNBerAKHLAK #BanggaMelayaniBangsa

 

Sumber informasi: Tim Resor KSDA Wilayah SM Paliyan

Penulis naskah: Tim Humas Balai KSDA Yogyakarta

Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta

Informasi kontak: Call Center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)