Yogyakarta — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Yogyakarta bersama Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (FKT UGM) melakukan pendampingan penguatan kelembagaan Turgo Wildlife sebagai bagian dari pengembangan ekowisata berbasis konservasi di kawasan lereng Merapi.
Pendampingan yang dilaksanakan pada 6 Februari 2026 ini menjadi langkah strategis dalam memastikan pengelolaan potensi keanekaragaman hayati tidak hanya berorientasi pada wisata, tetapi juga mengedepankan aspek edukasi, penguatan kapasitas masyarakat, serta basis data ilmiah yang kuat.
Dalam kegiatan tersebut, Balai KSDA Yogyakarta dan FKT UGM mendampingi peningkatan kapasitas kelompok Turgo Wildlife dalam pengelolaan potensi satwa liar dan tumbuhan sebagai media edukasi konservasi. Pendampingan dilakukan melalui pendekatan praktik lapangan, penguatan materi interpretasi, serta perencanaan pengembangan jalur edukasi yang terstruktur.
Sebagai bagian dari implementasi di lapangan, turut dilaksanakan pendampingan kunjungan edukatif SMP Unggulan Aisyiyah Bantul yang diikuti 15 siswa redaksi majalah sekolah. Para siswa dibagi ke dalam tiga kelompok dan mengikuti penyampaian materi serta tracking selama kurang lebih satu jam di kawasan anggrek dan ternak. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman langsung mengenali jenis satwa, tumbuhan, serta praktik pertanian lokal sebagai bahan penulisan dan pembelajaran berbasis lingkungan.
Balai KSDA Yogyakarta bersama FKT UGM juga melakukan pembahasan rencana penyusunan jalur interpretasi berbasis pengetahuan lokal yang diperkaya pendekatan ilmiah. Selain itu, direncanakan peningkatan kapasitas pemandu (interpreter), pelaksanaan pelatihan berbasis praktik, serta penguatan basis data biodiversitas sebagai fondasi pengembangan ekowisata yang berkelanjutan.
Kedua pihak sepakat bahwa pengembangan Turgo dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan penguatan substansi dan kualitas edukasi sebelum promosi wisata diperluas. Tahun 2026 diarahkan sebagai fase penguatan jalur interpretasi guna memastikan setiap aktivitas wisata memiliki nilai edukatif dan konservatif yang terukur.
Sumber: Edi Sulasmiko, S.P. (PEH Ahli Muda) dan Devinta Apriliestya, S.Hut., M.Sc. (Penyuluh Ahli Muda)
Penulis naskah: Tri Hastuti Swandayani, S.Kom., M.Si. (Penata Layanan Operasional/Humas Balai KSDA Yogyakarta)
Editor: Tim Kehumasan Balai KSDA Yogyakarta
Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta
Kontak informasi: Call Center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
