Bantul – Dalam upaya meningkatkan kesadaran serta kapasitas sumber daya manusia terkait konservasi burung air, khususnya dalam kegiatan identifikasi dan pemantauan burung air yang mendukung Asian Waterbird Census (AWC), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Yogyakarta melaksanakan Lokalatih Identifikasi Burung Air di Aula Seksi KSDA Wilayah II, dilanjutkan dengan pelaksanaan AWC 2026 di Muara Sungai Progo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan sekaligus dalam rangka Hari Lahan Basah Sedunia yang diperingati setiap tanggal 2 Februari.
Diketahui bahwa burung air merupakan salah satu indikator utama produktivitas dan kesehatan ekosistem lahan basah. Lahan basah menyediakan habitat penting untuk mencari makan, beristirahat, dan berkembang biak bagi burung-burung air, termasuk spesies migran. Melalui kegiatan pemantauan burung air secara rutin dan terstandar seperti AWC, dapat diidentifikasi lahan basah yang memiliki nilai penting tinggi sehingga menjadi dasar pengambilan langkah-langkah konservasi, seperti penetapan Situs Ramsar, Situs Jaringan Jalur Migrasi, atau sebagai lahan basah prioritas dalam program konservasi nasional.
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki Pantai Trisik sebagai salah satu situs penting bagi burung air bermigrasi dan dikenal secara lokal sebagai lokasi terpenting bagi burung pantai di wilayah Yogyakarta. Kawasan Muara Sungai Progo yang merupakan bagian dari Pantai Trisik, Kulon Progo, memiliki potensi tinggi sebagai habitat burung migran dan sejak tahun 2022 telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE).
Pelaksanaan bimtek pada hari pertama diawali dengan pemaparan mengenai East Asian–Australasian Flyway (EEAF), Asian Waterbird Census (AWC), serta Kemitraan Nasional Burung Bermigrasi dan Habitatnya (KNKBBH) oleh narasumber Raditia Nugraha, S.Si. Dalam sesi ini disampaikan kebijakan serta upaya pengelolaan mangrove sebagai salah satu habitat penting dan titik singgah burung migran pada ekosistem lahan basah di DIY. Selain itu, dijelaskan pula jalur utama migrasi burung air dalam lingkup internasional dan domestik, serta sebaran burung migran di wilayah DIY, termasuk Pantai Trisik, Kulon Progo.
Sesi berikutnya diisi oleh narasumber Hary Susanto, A.Md., yang memaparkan pengenalan ekosistem lahan basah di DIY serta data keanekaragaman burung air hasil pemantauan Balai KSDA Yogyakarta. Peserta dibekali pengetahuan teknis pelaksanaan sensus atau penghitungan burung air sesuai metode AWC, termasuk pengenalan kelompok sasaran burung air seperti kuntul, cangak, cowak, serta beberapa jenis burung pantai.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pemantauan dan identifikasi burung air di Muara Sungai Progo. Para peserta dibagi ke dalam beberapa tim untuk mengoptimalkan cakupan area pengamatan. Dalam satu sesi pemantauan, tim berhasil mengidentifikasi 10 jenis burung air, di antaranya terdapat tiga jenis burung migran, yang datanya menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan AWC di tingkat nasional dan internasional.
Sejalan dengan arah kebijakan Balai KSDA Yogyakarta, upaya perlindungan dan pelestarian keanekaragaman hayati, termasuk burung migran dan habitat lahan basahnya, menjadi salah satu prioritas utama. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para pihak akan pentingnya pengelolaan lahan basah secara berkelanjutan.
Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Ir. Darmanto, S.P., M.AP., menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan burung air ini merupakan langkah nyata dalam upaya kolaboratif menjaga kelestarian hayati.
“Dengan menjaga habitat burung air, khususnya burung migran, kita sebenarnya juga turut menjaga kesehatan ekosistem lahan basah yang menjadi penopang kehidupan kita semua,” jelasnya.
Peserta kegiatan ini melibatkan pegawai BKSDA Yogyakarta dari Sub Bagian Tata Usaha, Seksi KSDA Wilayah, Resor KSDA Wilayah, dan UPS Bunder, serta pejabat fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), anggota Saka Wanabakti, dan Kader Konservasi.
Sumber: Balai KSDA Yogyakarta
Penulis naskah: Julita Pitria, S.Hut. (Penelaah Teknis Kebijakan/Humas BKSDA Yogyakarta)
Editor: Tim Kehumasan BKSDA Yogyakarta
Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta
Kontak informasi: Call Center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
