Gunungkidul — Balai KSDA Yogyakarta melalui tim Seksi KSDA Wilayah II dan Resor KSDA Wilayah Gunungkidul melaksanakan pemantauan akhir camera trap pada Selasa (3/2/2026). Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, seluruh kamera yang terpasang berfungsi dengan baik dan tidak ditemukan rekaman satwa liar yang mengarah pada keberadaan macan tutul maupun satwa karnivora besar lainnya.

Hasil dokumentasi rekaman camera trap pada periode pemantauan akhir menunjukkan bahwa satwa yang terekam meliputi kucing domestik dan musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus). Hasil ini mengindikasikan tidak adanya aktivitas satwa liar berisiko tinggi di lokasi pemantauan.

Sebagaimana diketahui, Balai KSDA Yogyakarta telah memasang tiga unit camera trap sejak 20 Januari 2026 pada sejumlah titik yang dinilai strategis sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait dugaan kemunculan satwa liar di Semanu, Kabupaten Gunungkidul, serta hasil koordinasi dengan Bhabinkamtibmas Kalurahan Candirejo Polsek Semanu, Lurah Candirejo, dan pihak pengelola proyek pembangunan pondok pesantren pada 16 Januari 2026. Penentuan lokasi pemasangan didasarkan pada informasi masyarakat serta kondisi biofisik kawasan.

Pemantauan awal yang dilaksanakan pada 28 Januari 2026 juga menunjukkan hasil serupa, dengan seluruh kamera berfungsi normal dan hanya merekam satwa non-target, yaitu kucing domestik, anjing domestik, dan musang luwak.

Hingga saat ini, Balai KSDA Yogyakarta memastikan belum ditemukan bukti keberadaan macan tutul di lokasi pemantauan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Pejabat Fungsional Pengendali ekosistem Hutan (PEH) Ahli Madya Balai KSDA Yogyakarta. Kusmardiastuti, S. Hut., M.P., menyampaikan bahwa selama kurang lebih dua minggu pemasangan camera trap, satwa yang tertangkap kamera hanya berupa musang luwak, anjing domestik, dan kucing domestik. 

“Hasil pemasangan camera trap selama kurang lebih dua minggu menunjukkan bahwa satwa yang terekam hanya musang luwak, anjing domestik, dan kucing domestik. Dengan demikian, isu kemunculan macan di wilayah tersebut hingga saat ini belum dapat dipastikan kebenarannya,” ujar Kusmardiastuti.

Lebih lanjut, Balai KSDA Yogyakarta akan terus melakukan pemantauan dan siap menindaklanjuti setiap laporan masyarakat sebagai bagian dari upaya deteksi dini serta pencegahan konflik satwa liar dengan manusia, guna menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa liar.

 

Artikel terkait: 

  1. Temuan Jejak Satwa di Semanu, Balai KSDA Yogyakarta Lakukan Pengecekan Lapangan
  2. Diduga Ada Macan, Balai KSDA Yogyakarta Pasang Camera Trap di Semanu

 

Sumber: Taufan Kharis, S.Hut. (PEH Ahli Pertama)

Penulis naskah: Tri Hastuti Swandayani, S.Kom., M.Si. (Penata Layanan Operasional/Humas Balai KSDA Yogyakarta) 

Editor: Tim Kehumasan Balai KSDA Yogyakarta

Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta

Kontak informasi: Call Center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)